Museum Mandar Majene, Jejak Sejarah dan Warisan Budaya Mandar

Majene – Museum Mandar Majene menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menyimpan jejak panjang sejarah dan peradaban masyarakat Mandar. Museum ini tidak hanya menghadirkan koleksi benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang mengajak pengunjung memahami nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Museum Mandar Majene lahir dari gagasan besar pelestarian budaya yang dicetuskan dalam Seminar Kebudayaan Mandar I yang diselenggarakan di Majene pada 2 Agustus 1984. Dari forum tersebut, muncul kesadaran kolektif akan pentingnya sebuah wadah untuk menjaga, merawat, dan memperkenalkan warisan budaya Mandar kepada masyarakat luas.

Baca Juga  Pemkab Majene Tegaskan Komitmen Disiplin ASN Lewat Apel Gabungan OPD

Secara resmi, pendirian museum ini diakui melalui Akta Pendirian Nomor 171 tertanggal 21 Desember 1984 yang dikeluarkan oleh SISTSKE LIMOWA, SH, serta didukung akta kepemilikan tanah dari Kotamadya Ujung Pandang. Pada masa awal operasionalnya, Museum Mandar Majene masih menempati ruangan sementara di SD Inpres Nomor 57 Tangnga-Tangnga.

Perjalanan museum ini kemudian memasuki babak baru pada 21 September 1989. Melalui Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Majene Nomor 142/HK-KPTS/IX/1989, status museum berubah dari museum swasta yang dikelola yayasan menjadi Museum Daerah.

Bersamaan dengan perubahan status tersebut, lokasi museum dipindahkan ke gedung bekas Rumah Sakit Lama yang dikenal masyarakat sebagai Boyang To Monge, yang hingga kini menjadi tempat bernaungnya Museum Mandar Majene.

Baca Juga  IJS Kabupaten Majene Mantapkan Persiapan Peresmian Sekretariat IJS

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene terus mendorong peran museum ini sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata edukatif. Kehadiran Museum Mandar Majene menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga identitas budaya Mandar agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Berkunjung ke Museum Mandar Majene bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan sebuah ajakan untuk menelusuri sejarah, belajar dari masa lalu, dan menghargai warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Mandar.

Baca Juga 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *