Berita  

Bupati Majene Minta OPD dan Kecamatan Tingkatkan Prestasi Kebersihan Lingkungan

Majene – Bupati Majene,, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Kepala Desa untuk meningkatkan prestasi di bidang kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele, saat mengikuti kegiatan pesta rakyat HUT RI ke 81 tingkat Kelurahan Labuang, Senin,31/8/2026.

Bupati menegaskan, kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tetapi tanggung jawab bersama.

“Saya minta jangan kendur. Prestasi yang sudah kita raih harus dipertahankan dan ditingkatkan. Majene harus jadi contoh daerah bersih di Sulbar,” tegas Bupati.

Baca Juga  Wabup Majene menggelar Upacara Hari Lahir kesakitan Pancasila 2026

Bupati mengevaluasi kinerja kebersihan di 8 kecamatan masih perlu digenjot. Ia menyoroti masih adanya titik penumpukan sampah liar, drainase tersumbat, dan minimnya bank sampah di tingkat desa.

Saat ini kata dia, daerah Majene meraih predikat terbaik diantara kabupaten lain di Sulbat.

Bupati juga mengapresiasi peran PKK, Karang Taruna, dan komunitas yang sudah aktif dalam program bank sampah dan pupuk organik.

Baca Juga  Diskominfo Majene Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Transparansi dan Pelayanan Informasi

“Pemerintah hanya memfasilitasi. Kuncinya ada di kesadaran masyarakat. Kalau lingkungan bersih, risiko banjir dan penyakit juga berkurang,” tutup Bupati.

Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo berjanji akan memberikan insentif kepada daerah-daerah yang berhasil menjadi kota terbersih. Prabowo membuka peluang kucuran insentif hingga Rp 20 miliar bagi lima kota terbersih.

“Nanti kita berikan insentif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Keuangan nanti kita koordinasikan. Kita buat lomba Kota Terbersih. Kota-kota terbaik akan memperoleh insentif, misalnya Rp 20 miliar untuk lima kota terbaik,” ujarnya.

Baca Juga  Kasus Penyaluran kredit Bank BuMN Kejaksaan Negeri Majene Buka Penyidikan

Sementara itu, kota-kota terbersih di urutan selanjutnya akan dikucurkan insentif senilai Rp 10 miliar. Dia menegaskan insentif dalam bentuk kucuran dana akan lebih bermanfaat bagi daerah ketimbang piala.

“Kemudian Rp 10 miliar untuk kota-kota berikutnya. Lebih baik kita berikan penghargaan seperti itu daripada hanya memberikan piala, walaupun piala juga tetap bisa diberikan,” ujar dia.

Penulis Acoantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *