Majene  

Wabup Majene Bacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga saat Harganas Ke-33

Majene, Senin (29/6) Suasana upacara tersebut tampak semarak dan sarat akan pelestarian budaya karena seluruh peserta yang hadir kompak mengenakan pakaian adat tradisional Mandar.

Dalam naskah pidato yang dibacakan oleh Wakil Bupati, Menteri menegaskan bahwa ketangguhan keluarga menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan Bonus Demografi menuju Indonesia Emas 2045. Fase langka yang didominasi penduduk usia produktif antara 15 hingga 64 tahun ini disebut Menteri sebagai berkah sekaligus ujian berat bagi bangsa. Jika tidak dikelola dengan baik, Bonus Demografi justru dikhawatirkan akan menjadi bencana yang ditandai dengan tingginya angka pengangguran, kriminalitas, dan runtuhnya stabilitas sosial.

Baca Juga  Kadis Kominfo Majene Himbau Seluruh Staf Laksanakan Kerja Bakti Dukung Program Majene Mappaccing

Untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, Menteri lewat amanatnya menjabarkan tiga pilar utama pembangunan keluarga yang harus diperkuat dari dalam rumah. Pilar pertama adalah kesehatan, dengan fokus utama pada penuntasan stunting melalui gerakan nasional pemenuhan gizi seimbang sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pilar kedua adalah pendidikan karakter, di mana keluarga harus menjadi madrasah pertama untuk menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan disiplin. Sementara pilar ketiga adalah ketahanan mental dan spiritual, di mana keluarga diminta menjadi pelabuhan emosional yang stabil bagi anak.

Baca Juga  Pererat Tali Silaturahmi, Bupati Majene H. A. Achmad Syukri Membuka Langsung Kegiatan Persahabatan Pencak Silat di Lingkungan Teppo

Lebih lanjut, naskah pidato Menteri tersebut juga memberikan perhatian khusus pada peran penting seorang ayah yang tidak sebatas sebagai pencari nafkah materi. Kehadiran fisik dan kedekatan emosional ayah dinilai menjadi faktor penentu kestabilan emosi anak, sekaligus menjadi peringatan terhadap fenomena fatherless country.

Baca Juga  Sekda Majene Pimpin Apel Gabungan, Ingatkan Disiplin ASN dan Dorong Peningkatan Kompetensi Digital

Di akhir amanat yang dibacakan Wakil Bupati, Menteri menyoroti gawai sebagai ancaman bagi kehangatan keluarga dan berpesan agar orang tua membatasi penggunaan gadget agar anak tidak kehilangan kemampuan bersosialisasi di dunia nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *