
Majene, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene membuktikan komitmennya bahwa menjaga keselamatan masyarakat tidak hanya dilakukan di jalanan Bumi Assamalewuang, tetapi juga melalui aksi nyata pelestarian lingkungan.
Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif jajaran Dinas Kesehatan dalam mendukung program kebersihan pemerintah daerah yang bertajuk “Majene Mappacing”.
Dalam aksi yang berlangsung di area pertokoan pada Senin, 2 November 2026, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dra. Hj. Yuliani, M.Adm.Pemb., tampak hadir langsung di lokasi kejadian untuk memimpin dan memantau jalannya kegiatan.
Di sela-sela aksi tersebut, Dra. Hj. Yuliani menegaskan pentingnya sinergi antara kebersihan lingkungan dan sektor kesehatan masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang bersih adalah fondasi utama dari kualitas hidup yang baik.
“Kebersihan dan lingkungan memiliki hubungan yang sangat erat dan saling memengaruhi. Menjaga kebersihan bukan sekadar merapikan tempat, melainkan kunci untuk merawat ekosistem dan kualitas hidup kita semua,” ujar Dra. Hj. Yuliani.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene melansir empat poin krusial mengapa program “Majene Mappacing” dan kesadaran lingkungan harus menjadi prioritas bersama:
1. Dampak Langsung terhadap Kesehatan Fisik
• Pencegahan Penyakit: Lingkungan yang kotor menjadi sarang nyamuk, lalat, dan bakteri penyebab penyakit seperti demam berdarah (DBD), diare, serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
• Kualitas Udara dan Air: Sampah yang menumpuk atau mencemari sungai akan merusak sumber air bersih dan menebarkan polusi udara. Sebaliknya, lingkungan yang bersih membuat udara lebih segar dan air aman dikonsumsi.
2. Keseimbangan Ekosistem Alam
• Kelestarian Tanah dan Air: Sampah plastik dan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang dibuang sembarangan dapat meracuni tanah serta merusak ekosistem hayati.
• Pengendalian Bencana: Kebersihan saluran air (drainase) dan sungai berkaitan langsung dengan pencegahan bencana banjir saat musim hujan tiba.
3. Kesehatan Mental dan Kenyamanan
• Mengurangi Stres: Lingkungan yang berantakan dan kotor dapat memicu rasa cemas, stres, serta menurunkan fokus dan produktivitas kerja masyarakat.
• Ketenangan Hidup: Lingkungan yang asri, rapi, dan bersih memberikan rasa tenang bagi siapa saja yang tinggal, belajar, atau bekerja di dalamnya.
4. Tanggung Jawab Bersama dan Sosial
• Budaya Gotong Royong: Menjaga kebersihan lewat kerja bakti tidak hanya membersihkan wilayah, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
• Kesadaran Jangka Panjang: Pembiasaan memilah sampah (organik, anorganik, dan daur ulang) di tingkat rumah tangga adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi kelestarian bumi di masa depan.
Melalui momentum ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lagi memandang kebersihan sebagai tugas pemerintah semata, melainkan sebuah tanggung jawab kolektif demi mewujudkan Majene yang sehat, bersih, dan aman bagi generasi mendatang. (HGDP)
